Kesehatan

Berbagai Macam Tes Alergi pada Anak yang Ampuh Membuktikan

Berbagai Macam Tes Alergi pada Anak yang Ampuh Membuktikan

Alergi adalah kondisi di mana seseorang tidak dapat menerima kandungan atau bahan makanan, minuman, maupun produk lainnya ke dalam tubuh sehingga sistem kekebalan tubuhnya bereaksi lebih kuat. Tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun juga bisa mengalami alergi tertentu. Untuk memastikan apakah anak Anda memiliki alergi atau tidak, bisa dilakukan tes alergi.

Tes tersebut perlu dilakukan jika anak Anda mengalami gejala-gejala alergi. Secara tidak sadar anak tidak tahu apa yang mereka konsumsi atau produk yang dipakai, sehingga sulit diketahui secara pasti mereka terkena alergi apa. Untuk memastikannya, dokter harus menggunakan tes untuk alergi agar mengetahui alergi apa yang sedang dialami oleh si anak.

Beberapa macam tes alergi yang dilakukan pada anak antara lainnya seperti di bawah ini.

  1. Tes tusuk kulit

Tes yang satu ini untuk menguji apakah anak Anda mengalami alergi debu, tungau, atau pun serbuk bunga. Selain itu, bisa juga menguji alergen makanan seperti seafood, telur, maupun susu. Jika anak Anda sudah berumur 3 tahun, tes tusuk kulit bisa dilakukan. Kurang dari 3 tahun si anak tidak dapat menerimanya.

Untuk mengujinya tidak membutuhkan jarum suntik tapi memakai jarum khusus yang tidak akan mengeluarkan darah sekali pun. Nantinya kulit diteteskan zat alergen dan pasien harus menunggu sekitar 15 menit. Jika anak Anda positif bereaksi pada zat alergen yang diteteskan, maka akan muncul kemerahan dan terasa gatal.

  1. Tes tempel

Kalau kemungkinan penyebab alergi anak Anda karena kontak langsung bahan kimia, maka perlu dilakukan tes alergi tempel. Cara ini juga harus dilakukan pada anak yang sudah berumur 3 tahun ke atas. Untuk mengujinya dilakukan di bagian punggung dengan memberikan bahan kimia yang ditempelkan pada punggungnya.

Pengujiannya membutuhkan waktu yang lebih lama sekitar 48 jam. Di masa-masa pengujian tersebut, anak Anda tidak boleh berkeringat, mandi, atau pun terkena air apapun. Kalau sudah positif alergi kimia, akan muncul bercak merah dan bentol-bentol.

  1. Tes RAST atau Radio Allergo Sorbent Test

Selain tes tusuk kulit, masih ada tes RAST yang dapat mendeteksi alergen hirup atau makanan. Cara pengujian yang satu ini termasuk aman dan bisa dilakukan semua umur anak. Hanya saja, tes ini membutuhkan pengambilan sampel darah sebanyak 2 cc untuk mengetahui alergi yang dideritanya.

Setelah sampel darah diambil, ahli alergen akan memprosesnya dengan memakai mesin khusus. Hasilnya dapat Anda ketahui setelah 4 jam menunggu. Tes RAST merupakan salah satu jenis tes yang paling banyak digunakan di rumah sakit, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak.

  1. Tes provokasi eliminasi makanan

Kalau dokter sudah memastikan anak Anda terkena alergi makanan tapi belum diketahui penyebab makanannya, maka dilakukan tes provokasi eliminasi makanan. Tes ini dapat dilakukan siapa pun, baik orang dewasa dan anak-anak. Tapi cara ini yang paling mudah dilakukan untuk anak-anak yang sulit melakukan jenis tes sebelumnya.

Setiap harinya anak melakukan eliminasi atau menghindari makanan yang bisa menyebabkan munculnya alergi selama 2 minggu. Jika tidak ada keluhan selama proses tersebut, maka akan dilanjutkan ke proses berikutnya yaitu menghindari makanan yang benar-benar dicurigai sebagai penyebabnya. Lalu dilanjutkan lagi dengan menghindari 1 bahan selama 1 minggu.

Keempat tes alergi di atas merupakan cara yang paling umum dilakukan dokter untuk menguji alergen pada anak-anak. Biasanya kalau salah satu tesnya tidak berhasil, maka akan dilakukan tes pengujian alergi yang lainnya. Ada baiknya jika Anda segera melakukan pengujian alergi tersebut secepatnya agar bisa mengurangi resiko alergi yang terkadang dapat membahayakan kesehatan anak.