Others

Tips Membeli Rumah KPR untuk Generasi Millennial

Tips Membeli Rumah KPR untuk Generasi Millennial

KPR atau singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah merupakan solusi tepat bagi Anda yang ingin membeli rumah secara tunai namun Anda belum memiliki uang yang cukup. Anda dapat mengajukan rumah KPR 2019 kepada bank. Namun, Anda harus memahami syarat dan ketentuan berlaku sebelum memutuskan mengambil KPR.

Cara Memilih Rumah KPR

  1. Mempertimbangkan plafon kredit

Plafon kredit merupakan besarnya pinjaman maksimal yang dapat diperoleh dari bank. Bank telah menetapkan prosedur untuk masing-masing nasabah. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui informasi terkait dana yang dibutuhkan sebelum memilih bank.

  • Memperhitungkan besarnya bunga

Anda dianjurkan mengetahui cara menghitung bunga. Anda tidak boleh terburu-buru tergiur dengan bunga rendah yang ditawarkan. Anda harus mengetahui rincian cicilan bulanan beserta suku bunga yang harus dibayar. Ada 2 jenis sistem suku bunga, yaitu suku bunga tetap dan suku bunga mengembang.

  • Jangka waktu Peminjaman KPR

Sebagian besar bank akan memberikan pinjaman KPR  maksimal 15 tahun. Namun, masa tenor kredit dapat diperpanjang. Tujuannya agar meringankan cicilan per bulan.

  • Mempertimbangkan waktu proses pengajuan

Anda dianjurkan mengetahui lama proses mengurus pengajuan KPR. Biasanya memakan waktu 2 minggu sampai 1 bulan.

  • Biaya pinalti pelunasan KPR

Hal ini perlu ditanyakan di awal agar sewaktu-waktu Anda ingin melunasi di awal maka tidak dibebankan biaya pinalti.

  • Ada tidaknya fasilitas tambahan

Fasilitas tambahan yang disediakan oleh bank antara lain asuransi kebakaran rumah, kredit multiguna, menambah batas pembayaran KPR dan lain-lain.

  • Mempertimbangkan biaya administrasi

Biaya administrasi diperuntukkan untuk membayar keperluan seperti:

  • Biaya tanda jadi, untuk rumah bekas dibayarkan ke perantara sedangkan untuk rumah baru dibayarkan ke developer.
  • DP harus disiapkan di awal, lalu Anda tanda tangan SBJP (surat perjanjian jual beli) yang menjadi bukti pelunasan uang muka.
  • Biaya notaris/PPAT. Notaris dibutuhkan saat Anda mengurus dokumen seperti balik nama, pengecekan sertifikat dan lain-lain yang harus dibayar pihak pembeli rumah.
  • Biaya provisi dan asuransi. Besarnya biaya provisi setiap bank berbeda-beda, umumnya sekitar 1% dari jumlah nilai uang yang dipinjam. Anda juga harus menyiapkan biaya cadangan untuk asuransi jiwa maupun kebakaran.
  • Mengurus administrasi bank

Langkah-langkah Mengajukan KPR

  • Menentukan Properti

Mengetahui detail properti sangat penting, terutama lokasi. Pilihlah lokasi yang terhindar banjir, akses lokasi mudah untuk menjangkau transportasi umum. Selain itu, tentukan lokasi yang  dekat tempat kerja dan fasilitas umum seperti sekolah, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, hiburan dan lain-lain.

  • Memilih Bank

Banyak orang memilih bank dengan bunga kredit terendah, proses pengajuannya cepat serta syaratnya mudah. Umumnya, pengajuan KPR dilakukan di bank yang orang tersebut menjadi nasabah.

  • Menentukan Developer

Pilihlah developer dengan tarck record dan reputasi baik serta memiliki izin pembangunan proyek. Selain itu, pilihlah developer yang bekerja sama dengan bank. Hal ini mempermudah Anda dalam menentukan developer yang akan membantu mengurus jual beli rumah KPR.

  • Mengisi Formulir Pendaftaran

Di dalam formulir tersebut berisi jadwal pelunasan booking dan pembayaran uang muka sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

  • Bank akan mensurvei aset dan kredit

Bank akan mensurvei kemampuan Anda untuk membayar cicilan yang besarnya 33,3% dari gaji pemohon setiap bulan. Bank juga mengecek pengeluaran Anda yang meliputi beban kredit, biaya hidup setiap bulan dan belum pernah mendapatkan balcklist dari BI.

  • Melakukan Akad kredit

Akad kredit dilakukan setelah pemohon membayar semua biaya administrasi. Penandatanganan akad dilakukan oleh pihak pemohon kredit dan bank. Apabila akad kredit belum disetujui Bank, Anda dianjurkan tidak melunasi DP. DP yang harus dibayarkan besarnya antara 20% sampai 50%.

  • Membayar uang cicilan

Anda dianjurkan membayar cicilan tepat waktu setiap bulan. Hal ini dikarenakan bank akan mengawasi dan meninjau bunga kredit setiap 3 bulan atau 6 bulan secara berkala.

  • Melunasi kredit

Setelah cicilan KPR lunas, pihak bank memberikan bukti pembayaran cicilan lunas dan sertifikat asli kepemilikan rumah KPR Anda.

Syarat Mengajukan KPR

  • Anda menyiapkan dokumen pribadi
  • Anda adalah warga negara Indonesia
  • KTP, apabila sudah menikah KTP istri dan suami
  • Usia pemohon KPR minimal 21 tahun dan maksimal 50 tahun
  • Memiliki pekerjaan tetap minimal 2 tahun
  • Kartu keluarga
  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  • Buku nikah
  • Bagi pegawai harus mencantumkan slip gaji dan surat keterangan kerja
  • Bagi pengusaha mencantumkan legalitas usaha berupa SIUP dan TDP serta laporan keuangan usaha Anda.
  • Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir.
  1. Menyiapkan dokumen rumah yang akan dibeli
  • Fotokopi sertifikat tanah
  • Fotokopi IMB (Izin Mendirikan Bangunan)
  • Fotokopi surat tanda jadi yang berisi persetujuan penjualan rumah dari developer maupun penjual rumah. Setelah semua lengkap, Anda bawa seluruh dokumen ke bank.